Wejangan Dhamma dari Luangpho Inthawai Santussako dalam menyambut Tahun Baru 2018

Home Articles & News Wejangan Dhamma dari Luangpho Inthawai Santussako dalam menyambut Tahun Baru 2018
Wejangan Dhamma dari Luangpho Inthawai Santussako dalam menyambut Tahun Baru 2018
03 JAN 2018, 11:17 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 453 kali

(Vihara Hutan “Watpa Nakhamnoi”, Tamboon Bankong Amphoe Nayung Changwat Udon Thani) 

Sehubungan dengan datangnya tahun baru ini, Kami memberkahi anda sekalian agar mendapatkan dan mengalami kemajuan. Juga agar dapat mengumpulkan jasa kebajikan. Dan juga ingin menitipkan sebuah pandangan untuk menjadi pengingat batin, untuk dapat anda praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya adalah dana, sila, bhavana, dan praktek pada 6 arah.

 

Dana adalah praktek untuk memberi, berkorban, menyumbang, atau berbagi. Manusia dapat tinggal bersama karena adanya kemurahan hati dan tahu cara untuk berbagi atas dasar metta (cinta kasih). Praktek dana dapat berupa memberikan barang, memberikan pengetahuan atau pandangan, dan lain-lain.

Sila adalah praktek menjaga perbuatan dan ucapan dengan benar. Dalam kehidupan bermasyarakat patut untuk memiliki pancasila sebagai dasar, yaitu :

  1. Tidak menyakiti atau membunuh makhluk hidup lainnya,
  2. Tidak mencuri barang milik orang lain,
  3. Tidak berbuat asusila,
  4. Tidak berbicara yang tidak benar,
  5. Tidak mengkonsumsi minuman keras dan segala jenis obat-obatan terlarang.

Cobalah untuk berpikir sebaliknya, apabila orang lain membunuh kita, mencuri barang milik kita, menyetubuhi anak atau isteri kita, membohongi kita, juga menyebabkan kerugian pada kita dikarenakan mabuk. Bagaimana perasaan kita. Ini adalah agar kita mengerti mengenai caranya menghargai hak masing-masing.

Bhavana (praktek Samadhi/meditasi) adalah membuat batin menjadi tenang. Sang Buddha menyatakan bahwa “ Tidak ada kebahagiaan yang dapat melebihi ketenangan batin.” Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting. karena dalam melakukan apapun, mutlak berawal dari batin. Berpikiran baik atau jahat, berkeinginan untuk menyakiti juga berasal dari batin. Namun apabila kita membuat batin menjadi tenang dalam keadaan Samadhi. Akan penuh dengan kesadaran, tidak banyak pikiran, tidak akan mengalami sakit jiwa, tidak berduka, dan tidak akan bersinggungan dengan penderitaan yang berasal dari luar maupun dalam.

 

 lp inthawai

 

 

Praktek penghormatan kepada 6 arah maksudnya adalah mengetahui kewajiban-kewajiban kita dalam hidup bersama di masyarakat agar tercipta keharmonisan, yaitu sebagai berikut :

1. Arah depan ,  yaitu penghormatan kepada orang tua.

Sebagai seorang anak sudah sepatutnya kita berbuat seperti ini :

  • Setelah beliau  merawat dan membesarkan kita, membalas dengan merawatnya di saat tua,
  • Membantu mengerjakan pekerjaan beliau,
  • Menjaga nama baik keluarga,
  • Berperilaku baik agar pantas untuk menerima warisan,
  • Setelah beliau meninggal dunia, melakukan pelimpahan jasa untuknya.

 

2. Arah belakang adalah penghormatan kepada suami/isteri.

Sebagai teman hidup kita, maka sudah sepantasnya kita saling melakukan hal berikut ini ;

  • Tinggal bersama dalam keluarga patut untuk saling menghormati,
  • Tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing,
  • Tidak mendua,
  • Hidup rukun dan saling mengasihi.

     Dengan melakukan ini saja dapat membuat keluarga hidup dengan bahagia.

 

3. Arah kanan adalah penghormatan kepada guru.

Setelah terlahir kita sudah memiliki guru, yaitu guru dalam artian sebagai orang yang mengajar dan mendidik kita mulai dari orang tua yang mengajari kita sejak kecil mengenai cara untuk makan, tidur, hingga buang air dan lain-lain. Sampai pada Guru di sekolah dan universitas. Sehingga sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan juga seperti  berikut ini :

  • Saat melihat guru berdiri, kita siap untuk menerimanya,
  • Mendekatinya dan menawarkan bantuan,
  • Sungguh-sungguh memperhatikan apa yang diajarkan,
  • Menyambut dan membantunya,
  • Belajar dengan penuh  hormat,
  • Bersikap rendah hati dan menghormati beliau.

 

4. Arah kiri adalah penghormatan kepada sahabat.

Dalam bergaul selayaknya berteman sebagai kalyana mitta, yaitu sebagai seorang teman yang baik yang saling mendukung, dengan melakukan hal-hal seperti berikut ini ;

  • Tidak menjelek-jelekan teman di belakangnya,
  • Tidak menipu,
  • Tidak saling menyakiti,
  • Sama-sama memiliki niat yang baik,
  • Saling menolong,
  • Saling berbagi kebahagiaan,
  • Tidak meninggalkannya di saat berduka.

Ini yang disebut berteman sebagai dan dengan  kalyana mitta. Semakin kita banyak memiliki teman  yang memiliki kualitas kalyana mitta akan semakin maju.

 

5. Arah bawah adalah penghargaan kepada bawahan atau karyawan, yaitu dengan cara sebagai berikut;

 

  • Memberikan perhatian pada bawahan mengenai keperluan hidupnya, memberikan perawatan disaat menderita sakit dan memberikan perhatian saat menghadapi berbagai kesulitan lainnya,
  • Memeliharanya dengan penuh kepedulian,
  • Memikirkan juga perasaannya.

 

Dengan melakukan praktek tersebut diatas akan membuat karyawan merasa hangat terhadap tuannya, bekerja tanpa kenal lelah, dan segala pekerjaan yang diberikan akan dikerjakan dengan senang hati.

 

6. Arah atas adalah penghormatan kepada para Samana/Brahmana atau seorang yang memiliki dan menjaga praktek silanya, seperti contohnya Bhikkhu Sangha.

 

Khruba acarn (salah satu panggilan untuk seorang Bhikkhu muda yang bisa mengajar umatnya) adalah  yang mengajarkan agar kita dapat mengetahui mana yang baik dan buruk, patut dan tidak patut, benar atau salah, memahami sila juga dhamma, dan sebagai seorang yang memberikan petunjuk jalan bagi ketenangan dan kemajuan batin, agar umat selalu berbahagia dalam dhamma ajaran Buddha.

 

Seandainya kita semua dapat mempraktekan penghormatan terhadap keseluruhan dari 6 arah ini dengan baik dan sesuai, maka hasilnya pasti akan mengalami kemajuan dalam kehidupan, tidak akan mengalami kemerosotan hidup. Inilah Dhamma sebagai Berkah Mulia yang akan membuat kita sukses, berkembang lebih maju untuk menuju hari yang akan datang.

 

“Luang Pho (Lp Inthawai) memohon berkah dari Tiratana yaitu kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha, yaitu berkah dari segala kemuliaan di dunia. Agar menjaga dan melindungi kita semua. Dan agar juga memiliki ayu, vanna, sukha, dan bala yaitu berkah kebijaksanaan, memiliki harta, mengalami/memiliki kebahagiaan, dan kemakmuran.

Dan semoga apapun yang dicita-citakan, setelah hidup di dalam sila dan dhamma ini, semoga semua yang dicita-citakan dapat tercapai.”

 

lp inthawai

Photo by : Leon Lek Kenedy

(Administrator - Article)