Terjemahan Dhammadesana Lp Inthawai

Home Articles & News Terjemahan Dhammadesana Lp Inthawai
Terjemahan Dhammadesana Lp Inthawai
03 JAN 2018, 11:30 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 663 kali

Udon Thani, 31 Desember 2017. 

Namo Buddhaya, 

Y.M. Luangpho Inthawai Santussako kepala vihara dari Watpa Nakhamnoi, sebagai salah seorang guru meditasi di Thailand, mengajarkan patipada atau praktik Dhamma ajaran Sang Buddha dan juga khruba acarn untuk bhikkhu, samanera, upasaka, dan upasika. Mulai dari praktik mendasar agar dapat hidup sesuai dengan Dhamma ajaran Buddha dalam menjalani kehidupan sehari-hari hingga pada praktik yang tertinggi, yaitu untuk mengakhiri penderitaan dari samsara. Hampir setiap harinya Beliau menyampaikan Dhammadesana dan juga sebuah pandangan agar siapapun yang mendengarnya dapat belajar dan mempraktikkannya. Hal tersebut dapat juga dijadikan sebagai cerminan diri sehingga siapapun yang tertarik dan sungguh-sungguh mendengarkannya, mampu untuk melihat diri sendiri. Tentunya agar dapat memperbaiki pikiran, ucapan, dan perbuatan serta dapat menjalani hidup ke arah yang lebih baik.

Mengenai bhavana mengikuti jalan patipada dari Luangpu Munh Bhuridatta, Beliau adalah seorang guru besar meditasi yang disegani pada zamannya hingga saat ini, khususnya di Thailand. Patipada atau cara praktik yang diajarkan Beliau sesuai dengan Dhamma ajaran Buddha. Objek meditasi yang Beliau ajarkan adalah anapanasati, yaitu memperhatikan nafas masuk dan nafas keluar. Juga ditambahkan dengan melafalkan kata “Buddho” dalam hati. Ketika nafas masuk melafalkan “Bud”, saat nafas keluar melafalkan “dho” di dalam hati. Alasan yang diberikan oleh Beliau ialah apabila hanya memperhatikan pada nafas masuk dan nafas keluar, sati dapat dengan mudah terlepas dari objek. Oleh karena itu perlu menambahkannya dengan melafalkan kata “Buddho” dalam hati. Dengan demikian sati atau kesadaran akan menjadi lebih kokoh dan tidak akan dengan mudah melepaskan objek meditasi sehingga pikiran atau batin dapat mencapai ketenangan.  Hal ini dikarenakan pikiran hanya terpusat pada satu titik. Inilah yang disebut sebagai Samadhi tingkat dasar.

Dengan penuh metta (cinta kasih) dan karuna (welas asih) yang murni, Luangpho Inthawai Santussako mengizinkan Dhamma yang disampaikan dapat diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan agar dapat dipelajari oleh keluarga besar umat Buddha di Indonesia atau siapapun yang tertarik untuk belajar dan praktik Dhamma ajaran Buddha. Terjemahan Dhamma dalam teks Bahasa Indonesia akan ditampilkan di akun facebook dengan nama :

Vihara Hutan Nakhamnoi

Juga membukakan pintu yang selebar-lebarnya kepada siapapun yang tertarik mempelajari dan mempraktikkan Dhamma untuk dapat bertanya secara pribadi mengenai patipada atau praktik Dhamma dengan mengirimkan pertanyaannya lewat email ke:

vhn_2560@yahoo.com

 

 

Dhamma yang diberikan berasal dari kehendak yang murni dan dengan tulus memberikannya sebagai dana. Hanya bertujuan agar siapapun yang memiliki ketertarikan terhadap Dhamma dapat mengetahui dan mempelajarinya sehingga dapat dimengerti dan dipraktikkan dalam menjalani kehidupan. Selanjutnya hasil yang berupa pikiran baik, ucapan baik, dan perbuatan baik mutlak sebagai milik masing-masing individu yang menjalankannya.

 

lp inthawai

Dari satu pelita yang menyala dapat menyalakan seribu pelita lainnya. Tanpa sedikitpun mengurangi cahaya dari pelita yang menyala pertama. Demikian pula kebijaksanaan yang tidak akan pernah habis walaupun terus membagikannya. Ia yang memiliki cahaya hendaknya memberikan cahaya kepada mereka yang belum memilikinya sehingga mereka juga dapat melihat dan terlepas dari kegelapan. Betapa besar dan mulianya manfaat dari memberikan cahaya. Cahaya disini adalah Dhamma untuk mencapai kebijaksanaan. Oleh karenanya sesuai dengan perkataan Sang Buddha, yaitu “memberikan Dhamma mengungguli segala bentuk pemberian lainnya.”

Semoga kita semua senantiasa maju dan berkembang dalam Buddha Sasana. Berjalan pada ariya magga yang diajarkan Buddha. Melaksanakan sila, samadhi, dan panna. hingga sampai pada tujuan akhir yaitu Nibbana.

Nibbanam paramam sukham”,  Nibbana adalah kebahagiaan yang tertinggi.

 

 

Metta Cittena,

Phra acarn Inthawai Santussako

(Administrator - Article)