Pikiran seperti penipu dalam diri kita

Home Articles & News Pikiran seperti penipu dalam diri kita
Pikiran seperti penipu dalam diri kita
27 SEP 2016, 09:45 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 77 kali

The mind is a crook inside of us. It does no damage when it’s controlled by mindfulness, but without it, the damage which are restlessness and suffering reveal themselves.

Pikiran adalah seperti penipu dalam diri kita. Tidak ada kerusakan ketika dapat dikontrol oleh kesadaran penuh, tetapi tanpa hal tersebut, kerusakan seperti halnya kegelisahan dan penderitaan akan  mengungkapkan (memperlihatkan) dirinya sendiri.

To have mindfulness, you need to control yourself not to associate or find interest in harmful things. Adjust yourself to fit the frame of righteousness you established through any of the 32 manners of the body, including breathing or chanting Buddho, Dhammo, Sangho to fit your style.

Untuk memiliki kesadaran penuh, kita perlu mengontrol diri kita sendiri untuk tidak bersekutu/berteman atau hanya berminat dengan hal-hal yang membahayakan. Selaraskan diri sendiri agar sesuai dengan kerangka kebenaran yang kamu bentuk atau tetapkan melalui  32 sikap (perilaku) tubuh, termasuk bernafas atau chanting (mengucap pujian) Buddho, Dhammo, Sangho yang sesuai dengan kepribadian anda.

The mind will then have to work according to the order of mindfulness as long as you can keep it up. This calm will then be the catalyst for faith in your practices and belief in enlightenment. It will cause you to increase diligence by the day, which will bring wonderful results and will retain both peace and happiness for a long time.

Maka pikiran kemudian akan bekerja secara patuh sesuai dengan kesadaran sepanjang kamu dapat terus menjaganya. Ketenangan ini kemudian akan menjadi katalisator untuk menumbuhkan keyakinan dalam berlatih dan kepercayaan dalam mencapai pencerahan. Hal ini akan menyebabkan kamu semakin rajin dari hari ke hari, yang mana akan membawa hasil yang sangat bagus dan akan dapat mempertahankan keduanya yaitu kedamaian dan kebahagiaan dalam jangka waktu yang lama.

Venerable Acariya Maha Boowa Nanasampanno
Dhamma talk for the monks at Wat Pa Barn Tard
August 10th, 1962

www.luangta.com

(Administrator - Article)