Pesan Dhamma Waisak dan Peringatan Pencapaian 72 Tahun Luangpo Inthawai Santussako

Home Articles & News Pesan Dhamma Waisak dan Peringatan Pencapaian 72 Tahun Luangpo Inthawai Santussako
Pesan Dhamma Waisak dan Peringatan Pencapaian 72 Tahun Luangpo Inthawai Santussako
20 MAY 2017, 10:17 WIB
Oleh: Administrator | News

Telah dibaca 140 kali

Pesan Dhamma Waisak 2561 BE
& Memperingati Pencapaian 72 tahun
Luangpo Inthawai Santussako

Kamis, 25 Mei 2017

REVISI
jam 08.00 - selesai
Grand Mercure Jakarta Kemayoran​
Magnolia Grand Ballroom lt.5

Riwayat Singkat Lp Inthawai

Lahir dalam sebuah keluarga sederhana di desa Nong Waeng  profinsi Udon Thani. Upasaka Inthawai Memasuki kehidupan samanaera ketika berusia 12 tahun dan ditahbiskan menjadi seorang bhikkhu pada usia 20 tahun.
Nama Inthawai berasal dari Maechee Kaew, ada peristiwa aneh pada saat Maechee Keaw sedang meditasi, di dalam meditasi muncul nimitta dimana Dewa Indra (Dewa Sakka) bersama dewa lainnya datang menemui Maechee Keaw untuk memberikan sebuah batu permata dan berkata "permata ini akan membuat kebajikan di alam manusia" dan menyatakan keinginannya untuk lahir sebagai anak dari Maechee Kaew. Karena Maechee Kaew sudah ditahbiskan sebagai maechee dan tidak bisa melahirkan seorang anak, lalu Beliau menyarankan Dewa tersebut untuk lahir dalam pasangan suami istri yang masih merupakan kerabat dekat dari Maechee Kaew. Dan setelah lahir nanti akan diangkat sebagai anak Beliau. Setelah 9 bulan berlalu, kerabat Maechee Kaew tersebut melahirkan seorang bayi laki-laki, dan sungguh benar terjadi seperti nimitta yang ada di dalam meditasinya. Kemudian pasangan suami istri itu memberikan bayi laki-laki tersebut kepada Maechee Kaew untuk diangkat sebagai anak. Dan bayi laki-laki itu diberi nama "Inthawai", yang berarti "Pemberian Dewa Indra". (Dalam bahasa Thai, 'In' adalah nama dari Dewa Indra dan 'Thawai' berarti memberi).
Maechee Keaw sendiri semasa hidupnya dikenal dengan pencapaian meditasinya yang sangat luar biasa, memiliki kesaktian dan abinna (kemampuan batin) tingkat tinggi yang pada akhirnya juga dapat mencapai kesucian Arahat.
Luangpo Inthawai pergi berdhutangga ke banyak tempat dan pergi berlatih dengan guru meditasi lainnya, tapi pada akhirnya bertemu dengan Luangta Maha Boowa Nyanasampanno di Wat Pa Baan Taad, Provinsi Udon Thani. Tinggal di bawah bimbingan Luangta Maha Boowa yang dikenal sangat disiplin dalam menjalankan Vinnaya selama 14 tahun hidup mengabdi, dan menjadi salah satu murid utama Luangta Maha Boowa. Setelah itu pada tahun 1980 membangun vihara Wat Pa Nakamnoi di Kabupaten Nayung, Provinsi Udon Thani. Sejak itu tinggal di Wat Pa Nakamnoi sampai saat ini. Sekarang ini Luangpo Inthawai Santussako berusia 72 tahun (52 vassa). Dengan metta, Luangpo Inthawai mengajar dan membimbing para bhikkhu dan umat awam untuk berlatih Dhamma sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Luangpu Mun Bhuridatto dan para muridnya. Lp Inthawai saat ini diyakini oleh banyak umat Buddha di Thailand sebagai seorang bhikkhu yg telah berhasil memasuki  Arus (kesucian) juga.

(Administrator - News)