NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 7

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 7
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 7
04 APR 2017, 13:31 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 95 kali

19. Vayadhammā saṅkhārā, appamādena sampādethā : Segala sesuatu yang bersyarat/berkondisi/ terbentuk (saṅkhārā) itu perlahan-lahan akan berakhir - lenyap (tidak kekal), ini adalah sesuatu yang wajar. Anda sekalian berjuanglah demi manfaat bagi diri sendiri, dengan penuh kewaspadaan”.

20. Ketika batin telah memiliki kesadaran (sati), walaupun bahaya kematian datang menjemput kita, kita akan pamit meninggalkan badan jasmani dengan keberanian, pergi dengan kesadaran (sati). Jasa kebajikan yang telah kita kumpulkan, jasa kebajikan inilah yang akan bersemayam di batin kita, agar dapat menuju alam kehidupan yang kita inginkan.

21. Dhamma dari sang Buddha adalah prinsip sebab, prinsip akibat, sebab akibat adalah apa ? yaitu kebenaran. Kebenaran yang bagaimana ? Kebenaran dimana jika satu ditambah satu menjadi dua, dua ditambah dua menjadi empat, ditambah berapapun, akan benar semua, inilah prinsip sebab akibat.

Duduk bermeditasi harus memiliki niat – maksud tujuan, harus memiliki kesadaran (sati)

Bukan duduk dengan bodoh, duduk berpikir, duduk membaca, duduk merenungkan

Luangpu Bunpheng Khemābhirato (Wadtham Klongphle)(Wat Tham Klong Pen)

(Administrator - Article)