NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 5

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 5
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 5
20 MAR 2017, 13:47 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 47 kali

13. harus dipikirkan menjadi bahasa batin diri sendiri, meskipun saya bertanggung-jawab hingga bagaimanapun juga, akan mencintai sebagaimanapun, akan membenci sebagaimanapun, akan puas hati -  tidak puas hati sebagaimanapun; pada suatu hari ……saya harus meninggalkan semuanya, saya harus meninggal, harus terpisah dengannya

14. Titik ini amat penting, Sang Buddha dan para Arahat-savaka, Mereka memperhatikan titik ini, yaitu batin, nama dhamma ini, merupakan 'pihak yang ikut campur' dalam berbagai hal, semua berasal dari sini ; tetapi bukan merupakan 'diri' tapi merupakan 'daya', 'daya' mirip de-ngan partikel atom, kita tidak dapat menangkap 'daya' itu berasal dari mana. Tetapi ketika mele-dak, menimbulkan kerugian yang besar ; ini juga sama, batin kita jika dilihat sepertinya tidak ada apa-apa, dipandang juga tidak kelihatan, namun daya kekuatannya luar biasa, yaitu daya kekuat-an baik, daya kekuatan jahat yang memaksa badan jasmani kita melakukan berbagai hal, mela-kukan berbagai perbuatan baik – perbuatan jahat, berbicara berbagai hal yang baik – yang jahat, melakukan berbagai perbuatan di jalan yang baik – jalan yang tidak baik, semuanya berasal dari batin ini. Oleh karena itu batin ini selayaknya amat diperhatikan, dipedulikan bukan ? Gunakan Dhamma untuk menangkapnya, melihat batin kita masing-masing . Karenanya batin merupakan yang utama (pelopor) , batin merupakan pemimpin, ada di titik ini.

 

15. Dhamma dari Sang Buddha merupakan Dhamma paccatam, orang yang mempraktikkannya akan mengetahui – melihat yang sesungguhnya, mengetahui dengan sendirinya. Bagi setiap orang yang berlatih, ketika telah selesai belajar!pratikkanlah ; bukannya setelah mendengar, setelah membaca, tidak melakukan apapun. Ketika selesai membaca, selesai mendengar, mengatakan bahwa dirinya mengetahui ; bukanlah demikian. Ketika selesai membaca, selesai mendengar, hanyalah sebegitu, hanyalah suatu peta (map) ; kita harus menjalaninya sendi

(Administrator - Article)