NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 23

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 23
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 23
20 APR 2017, 15:52 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 81 kali

70. Akataṁ dukkhataṁ seyyo, pacchā tappati dukkhataṁ : perbuatan jahat, lebih baik tidak dilakukan, karena perbuatan jahat ketika telah dilakukan, akan memberi buah (akibat) sebagai kegelisahan (ketidak-tenangan) dibelakang (kemudian hari). Sesuatu yang tidak baik, janganlah dilakukan. Kita telah berbuat baik, bagaimana akan dapat jahat. Jika kita telah berbuat jahat, bagaimana bisa dapat yang baik. Kita dapat melakukan perbuatan yang tidak baik, ataupun yang baik, tidak ada siapapun yang tahu, lebih daripada diri sendiri

71. Manopubbaṅgamā dhammā manoseṭṭhā manomayā : semua dhamma memiliki pikiran (batin) sebagai yang utama, memiliki pikiran (batin) sebagai pemimpin, berhasil di batin. Dasar Dhamma, ajaran Sang Buddha, Beliau mementingkan tentang batin lebih daripada tentang jasmani. Disimpulkan bahwa segala sesuatu, kekotoran batin (kilesa),hawa nafsu (rāga), kebencian (dosa), delusi/ kebodohan batin (moha), semua berkumpul di sini, semua berkumpul di dalam batin.

 

72. Obat candu apa yang paling kuat di dunia ini? Kama kilesa (nafsu seksual) inilah merupakan obat candu yang paling kuat di dunia. Yang menyebabkan semua makhluk dari tiap tingkat di alam binatang, manusia, dan dewa melekat di alam samsara. Janganlah kalian langsung percaya apa yang Luangpo katakan ini, cobalah kalian pikirkan terlebih dahulu, benar tidak?Ini merupakan apa yang telah diajarkan oleh Sang Buddha, para Arahat, dan para guru meditasi. Obat candu seperti ganja, heroin, morfin, dan lainnya merupakan bagian kecil, ini hanya bagian kulit luar saja. Tapi obat candu yang satu ini membuat kita ketagihan sangat kuat sekali, sampai-sampai kita yang sama-sama ketagihan pun tidak berani untuk membicarakannya. Tiap kali untuk membicarakannya, kita selalu, ssstt…ssstt…ssstt…jangan ucapkan!! Karena tiap orang ketagihan, makanya, ssstt…ssstt…ssstt…jangan ucapkan! Jangan ucapkan! Cobalah renungi…..karena setiap viññana dari alam binatang, manusia, sampai alam dewa semuanya pun mengalaminya. Renungilah…terserah kalian percaya atau tidak, Luangpo pun tidak memaksa kalian untuk percaya, Luangpo hanya menyampaikan apa yang telah diajarkan, benar atau tidak?

(Administrator - Article)