NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 19

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 19
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 19
20 APR 2017, 15:39 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 83 kali

57. Jika batin tidak menjadi samādhi, kita akan merenungkan, apakah bisa ? … bisa. Kita duduk berkendaraan pergi, melihat babi, anjing, burung gagak, ayam, gajah, kuda, sapi, kerbau, manusia meninggal di jalan ; kita melihat anjing mati di jalanan, kitabawa ke diri kita sendiri, eh…… ini juga merupakan unsur (dhātu), merupakan kelompok kehidupan (khandha), akan mati, tidak berapa lama lagi saya juga akan mati. Kita memikirkannya, memperbandingkan jasmani kita dengan jasmani semua makhluk, ini juga merupakan pemikiran, dapat direnungkan juga, tapi  ingin sungguh-sungguh secara mendalam, inipun merupakan jalan yang diambil, yang dipikirkan, benar ? Memang begitulah sejatinya, selanjutnya ketika kita mengkompilasinya  ke dalam yaitu batin yang akan memutus tuntas kilesa, juga merupakan batin ini lagi. Ketika kita merenungkannya beberapa kali, hingga mengetahui dengan jelas, sudah melihat dengan sebenarnya sesuai dengan kebenaran, di sinilah kekotoran batin dapat diputus dengan tuntas

58. Jika orang sudah memiliki batin yang murni – bersinar, baik sedang berbicara ataupun sedang melakukan sesuatu, kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang mengikuti diri (tubuh)

 

59. Lima sīla yang Sang Buddha ajarkan, bahwa ini salah jalan, jangan lakukan, jangan melanggar lima sīla… jika melanggar lima sila akan jatuh ke neraka. Jika tidak melakukan, berpantang, tidak melanggar sīla, akan pergi ke surga…. tidak tenggelam, menutup alam kehidupan yang menyedihkan (apāya bhūmi), ini yang diterima jika menjaga (melaksanakan) lima sī Tetapi jika kalian melanggar lima sīla, membunuh makhluk lain, mencuri milik orang lain, berbuat asusila, berbohong, minum minuman keras (yang memabukkan), jalan kehidupan (gati) dari kalian dapat dikatakan adalah  menuju (alam) dugati. Tetapi jika kalian berhenti, tidak melakukan, tidak melanggar lima sīla, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak asusila, tidak berbohong, tidak menipu, tidak minum minuman keras hingga kurang kesadaran (sati) , dapatdikatakan bahwa kalian pasti menuju surga, inilah yang sang Buddha telah beritahukan (ajarkan).

(Administrator - Article)