NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 18

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 18
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 18
20 APR 2017, 15:37 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 51 kali

53. Kegelapan batin (avijja)  ada di dalam batin kita, yaitu kekotoran batin, jika merenungkan apapun, memikirkan apapun, melakukan apapun, melakukan sesuatu dipandu oleh saṅkhāra dan saññā ; tetapi ‘asal mula’ yang sebenarnya, asal mula dari segala sesuatu berada di batin, bukan yang lain.

54. Kita sudah sampai pada titik ini, kita telah mendapatkan pengajaran, Sang Buddha berkata bahwa ‘Setelah meninggal, tidak kosong (lenyap/hilang), setelah meninggal akan lahir lagi, neraka – surga itu ada, kemudian siap untuk berputar-putar mati-lahir, dapat menuju ke (alam) yang tinggi, menuju (alam) yang rendah, bukanlah setelah menjadi manusia, akan menjadi manusia selamanya, …… bukan ; akan dapat terlahir lagi menjadi binatang. Kesadaran (viññāṇa)ini, batin kita ini, jika kita melakukan perbuatan jahat, akan jatuh ke (alam) yang rendah. Beliau beranggapan bahwa kamma adalah perbuatan, berbuat baik mendapatkan kebaikan, berbuat jahat mendapatkan ketidak-baikan (keburukan) beginilah batin ini.

 

55. Kaki dua, lengan dua, otak satu, yang diperoleh dari ayah ibu, bagaimanakah kita akan memperbaiki diri, agar menjadi orang baik dari ayah-ibu, dari sosial masyarakat, pikirkanlah.

 

56. Jika kita mengekspor (mengirimkan) barang dagangan keluar negeri, akan mendapatkan keuntungan, tetapi jika kita mengirimkan pikiran, mengirimkan batin keluar, akan menjadi batin yang ‘rugi’

(Administrator - Article)