NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 17

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 17
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 17
20 APR 2017, 15:35 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 34 kali

49. Saddha pāramī (kesempurnaan keyakinan), jika digunakan pada jalan yang salah, akan menimbulkan kerugian. Demikian pula dengan kebijaksanaan, jika kebijaksanaan (digunakan untuk) banyak berpikir, membentuk, memunculkan, keluar dari jalur, melebihi batas, akan dapat menimbulkan kerugian. Bersemangat juga demikian, jika banyak bersemangat, bersemangat keluar dari jalur, bersemangat untuk membunuh, bersemangat untuk merampas, mencuri dari orang lain, bersemangat seperti demikian juga merugikan. Miliki kesadaran (sati) bersama diri sendiri sepanjang waktu, mengetahui diri sendiri sepanjang waktu, ini tidak rugi. Orang yang memiliki kesadaran (sati) bersama dirinya, bagaikan orang yang menjaga rumah sepanjang waktu.

50. “Kohi nātho paro siyā” orang lain – siapa akan menjadi tempat berlindung, kecuali kita berlindung pada diri kita sendiri. Ayah-ibu, kakak-adik, sanak famili – teman dapat membantu setahap saja, kita pergi (meninggal) sendiri-sendiri, pikirkanlah poin ini, buatlah kebajikan, jangan kawatir memikirkan orang lain dengan berlebihan, ini tidak baik

 

51. Tentang agama Buddha merupakan sesuatu yang halus, bukan dengan berpikir , menerka, berspekulasi sendiri, maka akan dapat tahu. Bukan demikian. Kita harus praktik.

 

52. Setelah membuat batin menjadi tenang sebagai pondasi, gunakanlah untuk merenungkan dari segi kebijaksanaan (paññā), akan muncul kebijaksanaan yang sejati. Tapi jika kita tidak dapat duduk meditasi dan tidak praktik, batin tidak mencapai samādhi, tidak ada dasar samādhi sama sekali, lalu kita akan merenungkan dengan kebijaksanaan, kebanyakan saññā dan saṅkhāra yang akan berlari memimpin di depan. Saññā adalah ingatan, saṅkhāra adalah bentuk-bentuk pikiran, keduanya akan berdampingan.  Saṅkhāra bukan aku, bukan milikku…betul ? Lahir-mati inilah yang pasti….betul ? Ingin membicarakannya terus, tetapi tidak mendalam, tidak mencabut akarnya seperti jika bermeditasi, melihat sungguh-sungguh, melihat sungguh-sungguh dari dalam sanubari, sungguh-sungguh keluar dari perasaan batin yang mendalam.  Ini (perenungan dengan kebijaksanaan tanpa disadari samādhi) merupakan model yang dangkal, bagaikan kita melihat segala sesuatu

(Administrator - Article)