NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 16

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 16
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 16
20 APR 2017, 15:34 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 77 kali

46. Begitu, begini tidak baik. Yang begitu , memang begitu adanya. Yang begini, memang begini adanya. Disimpulkan bahwa batin kita yang menyalahkan semua, menciptakan ‘topik’, memikirkan, membentuk, jadi membingungkan tidak ? Menghias dunia, ingin seluruh dunia ini seperti yang kita inginkan, karenanya menjadi sibuk. Jika sudah melihat diri sendiri, maka akan terungkap, kita akan mengetahui akan menuju jalan yang mana, batin membentuk kearah mana. Batinnya suram atau bersinar – murni; kita dapat mengetahuinya. Jika puas hati, ini merupakan suatu corak, jika tidak puas, juga merupakan suatu corak, keduanya berasal dari batin, melenceng dari kesadaran (sati), kita bisa keburu menangkapnya

47. Ketika mengetahui bahwa setelah meninggal, tidak hilang, jadi sepatutnya tinggalkanlah kejahatan, lakukan kebaikan (kebajikan) selalu, agar menjadi watak dan faktor untuk mengumpulkan harta ariyayang ikut ke kehidupan mendatang.

 

48. Memperhatikan nafas masuk, nafas keluar, haruslah memiliki kesadaran (sati) pada nafas masuk dan memiliki sati pada nafas keluar. Nafas masuk, menguncarkan(mengucapkan) ‘Bud’, nafas keluar mengun-carkan(mengucapkan) ‘dho’ , perhatikanlah, harus memiliki sati terhadap nafas masuk, nafas keluar, ini adalah kammaṭṭhāna(meditasi) tahap awal, yang Sang Buddha, yang Luangpu Man sarankan – ajarkan pada muridagar meditasi (bhāvanā) “Buddho”, nafas masuk ‘Bud’ nafas keluar ‘dho’, harus ada sati-sampajañña, yaitu sadar diri sepanjang waktu, saat memperhatikan nafas masuk keluar itu.

(Administrator - Article)