NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 14

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 14
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 14
20 APR 2017, 11:55 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 22 kali

40. Maraṇaṁ me bhavissati : mengingat akan kematian selalu, jika orang mengingat akan kematian, tidak tersesat, tidak lupa diri ; akan tahu tepat waktunya

41. Sang Buddha mengajarkan agar memiliki cinta kasih (mettā), agar memandang dengan hati-hati dan dekat, teman sesama manusia, binatang ; apa yang bisa dibantu, berusaha membantunya. Pada tahap pertama harus menolong diri sendiri terlebih dahulu, menolong diri sendiri yaitu dari segi batin, hidup (eksis) dengan menjagasīla, samādhi, paññā, kita harus melihat diri sendiri telebih dahulu.

 

42. Jika menjadi orang yang memiliki dhamma di dalam batin, akan selalu memandang ke dalam diri sendiri ; memandang orang lain sebagai ‘pelajaran’, memandang diri sendiri sebagai ‘solusi’. Jasmani, ucapan dan pikiran kita, ada kekurangan di mana, atasilah - perbaikilah, bagaimana mengatasinya. Kita sebagai orang yang belajar, ketika dapat mendengarkan dhamma-ajaran sang Buddha, kita mendengar dhamma dari guru-guru (pho-me-khrubacarn), Mereka menasehati, mengajar kita ; setelah itu kita menggunakan ajaran untuk memperbaiki – mengatasi jasmani, ucapan, batin kita agar menjadi suci – murni – sempurna, agar selalu berada dalam kendali sīla-dhamma

(Administrator - Article)