NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 13

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 13
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 13
18 APR 2017, 10:14 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 78 kali

37. Jika kita telah mempersiapkan segalanya untuk meninggalkan dunia ini, tidak ada hutang pada siapapun, batin akan meninggalkan jasmani dengan keberanian, tidak gelisah, tidak tegang, tidak kawatir, memiliki kesadaran dan kebijaksanaan (sati-paññā) saat akan meninggal, dengan kesiapan yang sesungguhnya

38. Sebelum samādhi (pemusatan pikiran/konsentrasi) dapat muncul, tahap pertama adalah harus memiliki kesadaran (sati) terlebih dahulu “ sati adalah dapat mengingat, sampajañña adalah tahu(sadar) akan diri”. Sadar diri sepanjang waktu, inilah awal munculnya samādhi.

39. Rūpa dan nāma, jasmani dan batin, tidaklah satu, masing-masing berdiri sendiri. Diperbandingkan agar dapat melihatnya sebagai Rūpa-dhamma, jasmani ini diibaratkan sebagai mobil, sedangkan batin diibaratkan sebagai pengemudi. Mobil dan pengemudi bukanlah menjadi satu. Dalam dasar dhamma, ajaran sang Buddha, Beliau mementingkan (mengutamakan)  ‘pengemudi’ dibandingkan ‘mobil’. Tetapi kita sebaliknya, lebih mementingkan (mengutamakan) mobil daripada pengemudi. Jasmani dan batin, mobil dan pengemudi, pengemudi kita membawa ke jalan yang mana, jalan yang baik atau jalan yang buruk (jahat), pikirkanlah.

(Administrator - Article)