NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 10

Home Articles & News NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 10
NASEHAT DHAMMA AJARAN LUANGPO INTHAWAI SANTUSSAKO Part 10
12 APR 2017, 10:19 WIB
Oleh: Administrator | Article

Telah dibaca 48 kali

28. Kita menderita saat ini dikarenakan apa ? Dikarenakan batin kita sendiri, memberikan ‘rasa penting’, memberikan ‘arti’ pada segala sesuatu.

29. Lima sīla ini, jika kita memperbandingkan, dapat disimpulkan sebagai berikut ini : menempatkan dirinya sebagai diri kita, dan menempatkan diri kita sebagai dirinya, jika kita tidak mengingin-kannya, tidak sepatutnya kita melakukannya terhadap yang lain. Inilah sīla dari sang Buddha. Sīla-dhamma dari sang Buddha ini memiliki nilai , memiliki manfaat dan layak bagi siapapun yang melaksanakannya, merupakan tugas dari kita masing-masing. Kita menginginkan ketenangan – keademan(kedamaian), berbahagia dalam komunitas kita, maka kita harus menjunjung tinggi – hormat pada lima sīla, sīla-dhamma dari sang Buddha. Kita akan mendapatkan ketenangan, keteduhan(kedamaian), kebahagiaan. Tetapi jika kita terputus sīla-nya, ini saja, maka kita tidak dapat mencari ‘rasa saling percaya’ di dalam komunitas kita, yang ada hanya saling curiga selalu. Tidak dapat diperkirakan, setelah memeriksa, memeriksanya sekali lagi, namun masih belum yakin. Kiranya anda sekalian pikirkan, bahwa lima sīla, merupakan sīla yang melindungi dunia, benar atau tidak ? Jika semua orang di dunia memiliki lima sīla, maka tidak perlu dikeluarkan hukum-peraturan untuk menghukum orang yang melakukan kesalahan, benar tidak ?

 

30. Dhamma dari sang Buddha, Beliau berharap agar kita merenungkan segala sesuatu, gelap batinnya, juga janganlah keterlaluan gelapnya, mencintai, juga jangan terlalu mencintai, membenci, juga jangan keterlaluan membencinya, dunia ini memang demikian adanya, merupakan  aniccaṁ, dukkhaṁ , anattā –tidak kekal, merupakan penderitaan, bukan aku (diri) bukan milikku.

(Administrator - Article)