Download dan install aplikasi android Sangha Metta Arama ke ponsel Anda. Klik di sini

Scroll to show contents

Sejarah

Bermula dari 6 tahun yang lalu, di akhir Januari 2011, ketika pertama kali mendapatkan informasi dari seorang teman kantor yang mengajak untuk partisipasi dana buku yang berjudul 'Samana Luangta Maha Boowa Nyanasampano' sebagai buku kenang-kenangan untuk mengingat jasa besar Beliau semasa hidup-Nya karena dikabarkan Beliau sudah wafat. Berita wafatnya Luangta sangat menggetarkan hati saya saat itu, ada perasaan menyesal karena belum mempunyai kesempatan untuk bertemu dan bernamaskara secara langsung saat Beliau masih hidup, ada perasaan menyesal juga karena saya dan suami saya merasa kurang usaha dan tekad untuk mencari tahu bagaimana untuk menemui-Nya saat Beliau masih hidup.

Ada dorongan perasaan yang luar biasa kuat dan sangat impulsif, dalam hitungan 2 jam saya sudah booking tiket setelah mendengar informasi itu, saya mencari tahu jadwal keberangkatan seorang teman yang baru saya kenal (dikenalkan oleh teman kantor saya hari itu via telepon) yang akan pergi ke Udon Thani, Wat Paa Baan Taad untuk menghadiri upacara kremasi. Fokus tujuan utama hanya satu saja, ingin memberikan penghormatan terakhir dan bernamaskara saat upacara kremasi Luangta Maha Boowa, walau harus dalam jarak 1-2 KM di luar Wat Paa Baan Taad sekalipun tidak masalah! (karena saya dan suami sangat sadar, umat yang datang dengan tujuan yang sama pasti sangat banyak sekali, dan kami berdua datang hanya bermodalkan tekad saja waktu itu, dengan minim informasi dan relasi).

Singkat cerita, dengan banyak faktor kebetulan yang menguntungkan kami saat itu, di mana pada akhirnya saya bisa tinggal di area sekitar kuti Meici dan suami saya bisa tinggal di area kuti Bhante di Wat Paa Baan Taad sehingga kami bisa mengikuti semua prosesi dan upacara kremasi Luangta dalam jarak dekat di lingkungan dalam Wat Paa Baan Taad. Dan bagi kami semua yang kami alami saat itu adalah pengalaman spiritual yang luar biasa, mengingat tidak semua orang bisa mengikuti upacara kremasi dalam jarak dekat, terlebih dengan kondisi awal kami saat memutuskan datang hanya bermodalkan tekad dan minim informasi serta relasi.

Pada waktu upacara kremasi, saat detik-detik api kremasi mulai dinyalakan kami berdua tanpa saling tahu sebelumnya, ternyata mengucapkan adithana yang sama dalam hati kami masing-masing yaitu ingin mendanakan sebidang tanah, beserta bangunan, dan isinya untuk didedikasikan kepada Luangta sebagai bentuk penghormatan tertinggi kami, secara spesifik kami pun mengharapkan dalam adithana untuk dapat menyerahkannya kepada Ariya Sangha dalam garis bimbingan langsung Luangta Maha Boowa.

Dari situlah semua berawal sampai dengan saat ini, di mana pada akhirnya kami bisa berjodoh karena dapat menyerahkan Maha Dana Sangha Metta Arama ini kepada Lp Inthawai yang sangat kami yakini telah sesuai dengan harapan dalam adithana kami, proses selama lebih dari 5 tahun untuk mewujudkan adithana kami sama sekali bukan proses yang mudah, jalannya cukup berkelok dan kadang dipenuhi keraguan akan kesanggupan kami sendiri mewujudkannya. Banyak halangan tapi ada banyak juga bantuan dan support dari beberapa pihak.

Saat kami dalam krisis kepercayaan, di awal tahun periode akan mulai dibangun Sangha Metta Arama, kami mendapat bantuan support moril dan informasi darimana kami harus memulai pembangunan Sangha Metta Arama yaitu Bhante Dhammavijayo, dan kami sangat berterima kasih atas saran-Nya yang berharga saat itu. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bhante Vorn, karena nama Sangha Metta Arama sendiri diberikan oleh Beliau.

Sejak bulan Desember 2015, Sangha Metta Arama sudah dalam naungan Yayasan Luangta Maha Boowa Nyanasampanno. Kami membuat yayasan dengan nama Luangta berdasarkan masukan dari Lp Phoosit. Masukan Beliau agar segala sesuatunya saat Maha Dana ini diberikan sudah dalam status hukum yang jelas dan tidak cacat hukum.

Tidak lupa ucapaan terima kasih yang besar kami tujukan kepada orang tua kami berdua dan juga semua anggota keluarga kami, semua teman, dan kerabat yang selalu membesarkan hati dan menyemangati saat kami membutuhkannya.

Akhir kata, harapan terbesar kami berdua adalah semoga Maha Dana yang telah diberikan ini, bisa membawa manfaat sebesar-besarnya kepada penduduk di Tonjong dan umat Buddha pada umumnya di Indonesia, sehingga dapat memberikan dukungan dan sokongan kepada anggota Sangha yang ingin berlatih menjalankan disiplin yang biasa diterapkan oleh Luangta Maha Boowa di bawah bimbingan langsung dan tidak langsung Lp. Inthawai. Dan semoga kita semua pada akhirnya mendapatkan berkah kebenaran Dhamma seperti yang telah dicapai oleh Ariya Sangha.

Sadhu... Sadhu... Sadhu...

Visi

Menyelenggarakan & Mendukung Pembabaran Buddha Dhamma yang sesuai dengan Tipitaka Pali

Misi

  1. Menyelenggarakan dan Mendukung Kegiatan Praktik Meditasi
  2. Menyelenggarakan dan Mendukung Pembabaran Dhamma melalui kegiatan-kegiatan tertentu seperti : kelas Dhamma, ceramah Dhamma, dll.

KEPENGURUSAN

Sangha Metta Arama
Branch Wat Pa Nacamnoi (Sangha Theravada Dhammayut)
Bogor Jawa Barat, Indonesia
di bawah Yayasan Luangta Maha Boowa Nyanasampanno
Kepengurusan Sangha Metta Arama
  • Penasehat

    Luangpo Inthawai Santussako
    Kepala Vihara Hutan Nakamnoi, Thailand

  • Pembina

    Bapak Cornelis Wowor, Bapak Slamet Rojali, Bapak Hendri
    Aktivis Buddhis

  • Ketua Yayasan

    Eva Siswoyo
    Aktivis Buddhis

    Sangha Metta Arama

    Branch Wat Pa Nacamnoi (Sangha Theravada Dhammayut)
    Vaya Dhamma sankhara, Appamadena sampadetha
    Segala hal yang terkondisi pasti akan padam, berjuanglah dengan penuh kesadaran!

    DHAMMA QUOTE

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    For beginners who do not yet possess the foundation of calmness in your mind, it has been passed down that you should use chanting to assist your meditation, or else your mind won’t find a base to hold on and your meditation becomes worthless. That is why you should find a chant such as Buddho, Dhammo, Sangho to hold on to or you can focus on your breathing as well, since breathing is always happening and stands out from other actions. But, if neither of the methods worked, you can combine the two by breathing and followed by chanting. Ifyou still feel uncomfortable, you can go even further as to chant something like “Bud-in, Dho-out” or “Buddho-in, Buddho-out” according to your breathing rhythm, but the important thing is that you have to be mindful and focus on your chanting.

     

    Dhamma talk for the monks at Wat Pa Barn Tard

    On the evening of May 27th 1991

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    The basics of meditating are to be determined and forceful. Do it like your life depends on it. Meditation is good, but when you’re doing it, it feels like you’re going to be executed. It feels unnatural and forced. Anyone who has done it knows what I’m talking about. But now that your heart that was tainted with the filth and mud which is kilesa has been repeatedly cleansed and shaped by the clean water that is wisdom, it becomes calm, cool, and comforted.

     

    Dhamma talk for the mass at Wat Pa Barn Tard

    On February 17th 1976

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    When you mention the suffering of the body, you will inevitably mention the suffering of the mind as well. Because when the mind receives something it doesn’t want, suffering occurs. But when it receives something it desires, it shows giddiness and forgets itself. That’s not a good thing either since neither of them is real. If you use your wisdom to consider it, you can clearly see that the fakeness surrounds the mind, whether from memories, from feelings, or from the senses. They are not real, created only for you to give importance to them.

     

    Dhamma talk for the monks at Wat Pa Barn Tard

    On January 10th 1981

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    Venerable Acariya Maha Boowa Ñanasampanno

    When you do not yet understand the ways of Dhamma enough to believe and to do good deeds, you will naturally follow the Kilesa and see nothing good from doing good deeds and try to oppose anyone form doing them. That is why it is so easy to do evil and so difficult to do good. There is nothing to stop a person from doing evil, unlike doing good that is always getting blocked by the Kilesa. The Kilesa that is the tendency to do evil is ingrained in the minds of all human beings. That is why there is always a struggle when a person attempts to do any and all good deeds.

     

    Dhamma talk for the mass at Wat Pa Nong Peu, Sakon Nakhon

    On November 14th 1999

    LATEST ARTICLES & NEWS

    Sangha Metta Arama
    Branch Wat Pa Nacamnoi (Sangha Theravada Dhammayut)
    Bogor Jawa Barat, Indonesia
    di bawah Yayasan Luangta Maha Boowa Nyanasampanno

    Pesan Dhamma Waisak dan Peringatan Pencapaian 72 Tahun Luangpo Inthawai Santussako
    20 MAY 2017

    Pesan Dhamma Waisak dan Peringatan Pencapaian 72 Tahun Luangpo Inthawai Santussako

    Oleh: Administrator | News

    Pesan Dhamma Waisak 2561 BE
    & Memperingati Pencapaian 72 tahun
    Luangpo Inthawai Santussako

    Kamis, 25 Mei 2017

    REVISI
    jam 08.00 - selesai
    Grand Mercure Jakarta Kemayoran​
    Magnolia Grand Ballroom lt.5

  • Read More
    03 MAY 2017

    Aplikasi Android Website Sangha Metta Arama

    Oleh: Administrator | News

    Bagi rekan-rekan se-Dhamma yang ingin terus mendapatkan update info dari Sangha Metta Arama, kini sudah tersedia aplikasi android website Sangha Metta Arama. Aplikasi tersebut mempermudah Anda membuka website kami. Aplikasi Sangha Metta Arama langsung membuka website tanpa harus mengetikan URL seperti browser pada umumnya.

    Konten yang disajikan sama persis dengan versi web biasa.

  • Read More
    03 MAY 2017

    Waisak 2561 BE Bersama Luangpo Inthawai Santussako

    Oleh: Administrator | News
    Waisak Bersama Luangpo Inthawai Santussako
    Sabtu 27 mei 2017 jam 7 pagi
    @Sangha Metta Arama
    Jalan PWRI Kp. Jati Desa Tonjong
    Kab. Bogor
    (Dekat Vihara Sian Jin Ku Poh dan Vihara Buddha Dharma & 8 Pho Sat - Buddha Tidur)
     
  • Read More

    LATEST REPORTS

    CONTACT US

    Jalan PWRI Kp. Jati RT 003/06 Desa Tonjong Kec. Tajurhalang Kab. Bogor
    Jawa-Barat, Indonesia
    Telepon: 0822 9977 2312

    0822 9977 2312
    D33B3EDD
    info@sanghamettaarama.org

    Contact Form

    Nama
    Email
    Subjek
    Pesan